News

Menikmati Keindahan Alam Pasundan

Jawa Barat, provinsi dengan populasi tertinggi di Indonesia, yaitu lebih dari 43 juta jiwa, memiliki keindahan alam yang sangat menakjubkan. Selain diapit oleh laut Jawa dan samudera Hindia, tanah Pasundan ini juga dihiasi pegunungan dan dialiri 40 sungai. Dataran tingginya banyak diselimuti oleh kebun teh, kebun karet, kebun pinus, dan kebun sayuran serta buah-buahan, sementara dataran rendahnya dipenuhi sawah, kebun kelapa, dan banyak lagi. Berikut ini adalah sejumlah tempat wisata yang memanfaatkan kekayaan alam tanah Pasundan :

Gunung Tangkuban Parahu

photo by wikipedia.org

Kurang lebih 20 km di utara kota Bandung, menjulanglah gunung Tangkuban Parahu. Berada di ketinggian 2.084 meter di atas permukaan laut, kaki gunung berapi ini dikelilingi oleh hamparan kebun teh dan hutan pinus yang menyegarkan. Belum lagi suhu udaranya yang sangat sejuk, yaitu sekitar 17 oC pada siang hari, menjadikan gunung Tangkuban Parahu tempat wisata yang menyenangkan.

Bila berbicara mengenai gunung Tangkuban Parahu, maka tak lepas dari legenda Sangkuriang. Legenda yang masyur di kalangan masyarakat Sunda ini mengisahkan tentang Sangkuriang yang setelah terpisah sekian tahun dari ibunya, Dayang Sumbi, ketika berjumpa kembali dengan ibunya mereka saling jatuh hati. Namun sebelum mereka menikah, Dayang Sumbi menyadari bahwa Sangkuriang adalah anak kandungnya. Dalam kebingungannya, ia meminta Sangkuriang membuatkan sebuah perahu yang besar yang harus siap sebelum fajar tiba. Ketika fajar tiba dan perahu yang sedang dibuatnya belum rampung, Sangkuriang pun menjadi murka dan ia menendang perahu tersebut hingga terbalik. Tangkuban Parahu, dalam tatar Sunda berarti perahu yang terbalik.

Gunung Tangkuban Parahu adalah gunung berapi yang masih aktif dan hingga kini masih terus diawasi oleh pemerintah. Para ahli geologi meyakini bahwa gunung ini merupakan sisa gunung Sunda purba yang masih aktif. Tidak mengherankan bila di sekitarnya muncul gas belerang dan sejumlah sumber air panas. Kawah Ratu adalah salah satu kawah yang paling populer di area wisata ini. Kios-kios yang menjual buah-buahan dan sayuran serta cinderamata turut meramaikan kawasan ini.

Green Canyon

photo by thebeautyindonesia.com

Tempat wisata alam ini terletak sekitar 31 km dari Pangandaran. Adalah seorang wisatawan dari Perancis yang menamakannya demikian karena air sungai Cijulang yang mengalir di sana berwarna kehijauan.

Daya tarik utama di sana adalah gua Green Canyon, yang bisa dicapai dengan menggunakan perahu yang oleh warga setempat disebut ketinting. Perjalanan dimulai dari dermaga Ciseureuh, dan memakan waktu sekitar 30 menit. Pepohonan hijau nan rimbun serta bebatuan menghiasi sepanjang aliran sungai Cijulang yang berbukit-bukit.

Menjelang mulut gua jalur sungai akan menyempit dan para wisatawan harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki karena perahu yang ditumpangi tidak mampu melalui jalur tersebut. Pemandangan yang menakjubkan dari stalagtit dan stalagmit yang masih meneteskan air serta air terjun Palatar yang cantik telah menanti. Bagi wisatawan yang gemar aktivitas yang menantang, body rafting, canoing, bahkan panjat tebing dapat dilakukan di sana.

Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Green Canyon adalah pada musim kemarau, di saat air sungai Cijulang berwarna kehijauan. Pada musim hujan, curah hujan yang tinggi akan membuat air sungai berwarna coklat.

Ujung Genteng

photo by moreindonesia.com

Dengan menempuh perjalanan bermobil sekitar 7 jam dari Jakarta ke arah pesisir pantai selatan di kabupaten Sukabumi, maka Anda akan menemukan pantai Ujung Genteng yang terkenal akan airnya yang bersih dan ombaknya yang besar.

Pantai Ujung Genteng membatasi samudera Hindia dengan daratan. Sejumlah karang yang berdiri tak jauh dari bibir pantai membuat pantai ini aman bagi para wisatawan yang ingin berenang atau sekedar melihat aneka ragam satwa dan tumbuhan laut di sela-sela batu karang. Daya tarik lain dari Ujung Genteng adalah penyu hijau yang tumbuh dan berkembang biak di pantai Pangumbahan. Jika beruntung, wisatawan dapat menyaksikan penyu-penyu dewasa bertelur. Sungguh sebuah pengalaman yang menakjubkan.

Bagi para pehobi selancar dan memancing, tak perlu ragu untuk menjadikan Ujung Genteng sebagai tempat alternatif untuk menyalurkan kedua hobi tersebut. Di sana terdapat tempat di mana ombaknya sangat cocok untuk berselancar dan kandungan ikan di lautnya pun cukup banyak. Atraksi lain yang dapat dinikmati adalah proses pembuatan gula kelapa oleh penduduk setempat.

Taman Safari Indonesia I

photo by tripadvisor.com

Dunia flora dan fauna adalah dunia yang tak pernah kehabisan daya tarik. Spesies purba mau pun spesies baru selalu mengundang rasa ingin tahu seluruh generasi manusia.Taman Safari Indonesia I yang berlokasi di Cisarua, kabupaten Bogor, adalah tempat yang sangat cocok bagi para wisatawan yang tertarik akan satwa di alam bebas.

Dibangun pada 1980, Taman Safari Indonesia I di kawasan Puncak ini berada di ketinggian 900 – 1.800 meter di atas permukaan laut. Hampir semua satwa dari seluruh penjuru dunia menjadi koleksi obyek wisata nasional ini. Hingga saat ini terdapat setidaknya 2.500 ekor satwa yang terdiri atas 272 spesies.

Selain menyaksikan aktivitas satwa, wisatawan juga dapat menikmati berbagai atraksi dan fasilitas di sana, antara lain air terjun, pertunjukan sirkus, gajah tunggang, kolam renang, sepeda air, kereta api mini, kereta gantung, rumah hantu, dan masih banyak lain. Rumah makan dan penginapan pun tersedia di sana. Bagi para pecinta alam, tersedia juga fasilitas trekking.

Taman rekreasi keluarga seluas 165 ha ini juga berfungsi sebagai konservasi satwa yang terancam punah sekaligus tempat penelitian. Pada Maret 1990, Taman Safari Indonesia I diresmikan sebagai Pusat Penangkaran Satwa Langka di Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Raptim Tours & Travel di nomor telepon atau alamat yang tercantum di website ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>