Museum sudah menjadi bagian dari pariwisata yang mendunia. Setidaknya, dari museum masyarakat dapat mengenal sejarah dan budaya manusia lebih mudah daripada mempelajarinya dari buku. Tidak jarang banyak instansi pendidikan yang mengajak murid-murid mereka berkunjung ke museum untuk menambah wawasan mereka. Seiring perkembangan jaman, museum makin diminati oleh masyarakat dari segala lapisan.
Indonesia pun memiliki sejumlah museum yang sangat menarik untuk dikunjungi, mulai dari museum sejarah, seni, geologi, transportasi, militer, dan sebagainya. Di edisi Rabu lalu kami telah mengulas 4 museum yang memperkaya dunia pariwisata Indonesia.
Berikut ini adalah beberapa museum lainnya yang tak kalah menarik :
Museum Affandi

photo by museum-affandi_kotajogja.com
Affandi, salah satu maestro seni lukis kebanggaan Indonesia, telah menghasilkan lebih dari 2.000 lukisan semasa hidupnya. Bernama lengkap Affandi Koesoema, pelukis beraliran ekspresionis kelahiran Cirebon ini dikenal di seluruh dunia dan pernah menyelenggarakan pameran tunggal di beberapa negara, antara lain Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, dan India.
Untuk mengenang Affandi dan karya-karyanya yang sangat mengagumkan, dibangunlah museum Affandi di Yogyakarta. Kompleks museum seluas 3.500 m2 itu terletak di dekat sungai Gajahwong, di mana rumah sang maestro juga berada di dalamnya. Beliau sendirilah yang merancang dan membangun kompleks tersebut secara bertahap.
Selain sejumlah koleksi lukisan karya Affandi, para wisatawan juga dapat menikmati benda-benda seni lainnya seperti mobil Colt Gallant tahun 1976 yang telah dimodifikasi hingga menyerupai bentuk ikan dan sepeda kesayangan Affandi, patung diri Affandi, sulaman karya Maryati istri pertama Affandi, lukisan-lukisan karya puteri Affandi, Kartika, dan masih banyak lagi. Bahkan kompleks museum itu sendiri dapat dinikmati sebagai sebuah karya seni yang unik.
Affandi wafat pada Mei 1990 dan dimakamkan di kompleks museum ini, tepatnya
di antara bangunan galeri I dan galeri II. Maryati, istri pertamanya dimakamkan di sampingnya.
Museum Kereta Api Ambarawa

photo by museum-kereta_musiumindonesia.com
Museum kereta api ini adalah hasil transformasi dari sebuh stasiun kereta api bernama Willem I. Willem I adalah raja Belanda yang berkuasa pada masa stasiun ini dibangun pada tahun 1873. Pemerintah Hindia Belanda membangun stasiun tersebut sebagai sarana transportasi militer mereka di Jawa Tengah. Namun sejak 1976, pemerintah Jawa Tengah beserta PJKA memutuskan untuk mengalihkan stasiun ini menjadi museum.
Museum seluas 127.500 m2 ini menyimpan sekitar 21 lokomotif uap produksi 1891 – 1928, dua di antaranya masih beroperasi sebagai kereta api wisata yaitu lokomotif B2502 dan B2503 buatan Jerman. Keunikan dari lokomotif-lokomotif tersebut adalah bagian rodanya yang bergerigi, guna memenuhi kebutuhan di medan yang berbukit-bukit di masa pemerintahan Hindia Belanda dulu.
Terpajang di halaman museum adalah lokomotif-lokomotif uap seri B, C, D, dan CC. Sementara di ruangan yang dahulu digunakan sebagai ruang tunggu VIP, dipajang sejumlah perlengkapan perkeretaapian seperti alat pengatur sinyal, alat telekomunikasi kuno, dan lain-lain.
Wisatawan yang berkunjung ke sana dapat menikmati pemandangan alam dengan menumpang dua lokomotif uap yang masih beroperasi dengan tujuan Ambarawa – Bedono dan Ambarawa – Tuntang yang memakan waktu sekitar 2 jam.
Museum Konferensi Asia-Afrika

photo by museum-asia-afrika_waspada.co.id
Namanya kontan mengingatkan kita akan peristiwa bersejarah pada tahun 1955, yaitu Konferensi Asia – Afrika. Adalah Gedung Merdeka di pusat kota Bandung yang kini menjadi museum Konferensi Asia – Afrika. Museum ini diresmikan oleh mantan presiden Soeharto pada 1980, bertepatan dengan Peringatan 25 Tahun Konferensi Asia – Afrika.
Pada 18 – 24 April 1955, para wakil dari 29 negara dari kawasan Asia dan Afrika
berkumpul di Gedung Merdeka Bandung untuk mengikuti konferensi. Hasil dari konferensi tersebut dikenal dengan nama Dasasila Bandung, yang menjadi pedoman kerja sama serta solidaritas bagi bangsa-bangsa Asia dan Afrika dalam menghadapi pelbagai masalah yang mungkin timbul akibat Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur.
Di gedung bergaya art deco yang dibangun pada 1895 ini, dipamerkan sejumlah benda tiga dimensi, profil negara-negara peserta konferensi, foto-foto dokumenter, dan terdapat juga sebuah perpustakaan modern.
Museum Zoologi

photo by museumzoologi_museumindonesia.com
Sebelum menjadi museum, tempat ini merupakan laboratorium bagi para peneliti
bidang pertanian dan zoologi yang didirikan pada 1894 meski telah bernama Museum Zoologicum Bogoriense. Di tempat ini juga kegiatan inventarisasi hewan-hewan di Indonesia dilakukan.
Zoologi adalah ilmu yang mempelajari struktur, fungsi, perilaku, dan evolusi hewan. Di museum Zoologi yang terletak di kompleks Kebun Raya Bogor ini terdapat koleksi hewan
yang diawetkan, dengan kategori sebagai berikut :
Mamalia
Terdapat sekitar 650 jenis koleksi yang terdiri dari 30.000 spesimen Ikan Terdapat sekitar 12.000 jenis koleksi yang terdiri dari 140.000 spesimen
Burung
Terdapat sekitar 1.000 jenis koleksi, terdiri dari 30.762 spesimen yang dikumpulkan dari wilayah Indonesia Timur dan Barat
Reptil dan Amfibi
Terdapat sekitar 763 jenis koleksi yang terdiri dari 19.937 spesimen
Moluska
Terdapat sekitar 959 jenis koleksi yang terdiri dari 13.146 spesimen
Serangga
Terdapat 12.000 jenis koleksi yang terdiri dari 2.580.000 spesimen
Invertebrata lain (bukan moluska dan serangga)
Terdapat sekitar 700 jenis koleksi yang terdiri dari 1.558 spesimen
Keberadaan museum ini sangat besar manfaatnya bagi masyarakat, terutama bagi siswa siswi sekolah di mana mereka dapat mengenal aneka ragam fauna di bumi Nusantara dalam bentuk hewan awetan dan replika.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Raptim Tours & Travel di nomor telepon atau alamat yang tercantum di website ini.