Magisnya Pesona Pulau Dewata – Bagian 2

Pulau sekaligus provinsi yang diapit oleh pulau Jawa dan pulau Lombok ini sudah terkenal sejak jaman pemerintahan Hindia Belanda. Tidak hanya wisatawan, para peneliti dan pemerhati budaya dari manca negara pun berdatangan ke pulau dewata ini.

Dikelilingi oleh laut Bali, selat Lombok, samudera Indonesia, dan selat Bali, pulau yang memliki pegunungan ini memiliki potensi alam yang luar biasa. Penduduk asli Bali yang mayoritas umat Hindu, meyakini bahwa alam semesta harus dilestarikan demikelangsungan hidup manusia. Hal ini menjadikan Bali semakin menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan dari segala penjuru dunia. “The Island of Gods”, “The Island of Thousand Temples”, dan “The Morning of the World” adalah beberapa julukan yang diberikan kepada Bali oleh wisatawan asing yang pernah berkunjung ke sana. Rabu lalu kami telah mengulas empat obyek wisata terpopuler di Bali. Berikut ini adalah beberapa obyek wisata lainnya :

Istana Tampak Siring

photo by triptourism.com

Istana Tampak Siring adalah salah satu istana kepresidenan Republik Indonesia, yang berlokasi di Tampak Siring, Gianyar, sekitar 40 km dari Denpasar. Istana ini dibangun atas prakarsa presiden Soekarno, yang pengerjaannya dilaksanakan secara bertahap pada 1957 hingga 1963.

R.M Soedarsono adalah sosok yang berperan besar dalam pembangunan istana Tampak Siring. Arsitek ini mendesain istana Tampak Siring yang terbagi menjadi empat bagian, yaitu :

Sejumlah tamu negara yang pernah mengunjungi istana Tampak Siring antara lain Perdana Menteri Nehru dari India, Presiden Tito dari Yugoslavia, Ratu Juliana dari Belanda, Kaisar Hirohito dari Jepang, dan lain-lain.

Bangunan baru dan beberapa fasilitas lain kemudian ditambahkan di kompleks istana Tampak Siring, dalam rangka KTT ASEAN XIV pada Oktober 2003 yang diselenggarakan di Bali. Selain itu, untuk meningkatkan kepariwisataan, pemerintah juga membangun pintu masuk khusus, candi Bentar, Koro Agung, Bale Bengong, dan lahan parkir bagi para wisatawan.

Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana

photo by tripadvisor.co.id

Garuda Wisnu Kencana atau dikenal juga dengan GWK adalah patung raksasa yang dirancang dan dibuat oleh pematung ternama Indonesia, Nyoman Nuarta. Patung yang menggambarkan dewa Wisnu ini dibuat secara bertahap dengan berbahan dasar tembaga dan kuningan, dan rencananya kelak akan rampung setinggi 150 meter dengan sayap terentang selebar 64 meter.

Patung raksasa GWK dibuat di dalam kompleks taman budaya seluas 240 hektar, di jalan Uluwatu – Jimbaran, Badung. Saat ini, patung Garuda, patung Wisnu, dan patung tangan
Wisnu yang nantinya akan dirangkai menjadi satu disimpan di tiga lokasi yang berbeda di dalam taman budaya ini. Taman budaya ini dibangun dalam rangka mewadahi atraksi-atraksi budaya lokal maupun internasional. Sejumlah fasilitas yang tersedia antara lain arena terbuka bernama Lotus Pond, taman festival, amphitheater, teater jalanan, ruang pameran, restoran, dan toko cinderamata.

Berbagai atraksi seni dan budaya diselenggarakan di taman budaya GWK secara berkala, seperti tari Kecak yang sangat populer, tari Barong, musik tradisional Rindik, dan lain-lain. Bagi yang ingin menikmati indahnya panorama Bali, dapat bersantai sambil menikmati hidangan di restoran Jendela Bali yang menghadap ke pantai utara pulau ini.

Taman Burung Bali

photo by wikipedia.org

Inilah taman burung dengan koleksi jenis burung Indonesia terlengkap di dunia. Berlokasi di Batubulan, Taman Burung Bali memiliki sekitar 1.000 ekor burung dari 250 spesies berbeda yang menempati lahan seluas dua hektar. Suasana taman tropis sangat terasa begitu memasuki area Taman Burung Bali. Taman yang ditumbuhi lebih dari 2.000 jenis tumbuhan tropis, 50 jenis di antaranya adalah jenis palma, merupakan tempat tinggal yang sangat nyaman bagi semua jenis burung di sana.

Taman Burung Bali juga berfungsi sebagai tempat konservasi bagi sekitar 40 jenis burung langka Indonesia, di antaranya nuri Pesquet, jalak Bali, elang Jawa, dan cendrawasih. Selain jenis burung Indonesia, taman ini juga mengoleksi sejumlah jenis burung dari Afrika dan Amerika Selatan, seperi nuri kelabu Kongo, macaw, kasuari, pelikan, dan bangau.

Taman Burung Bali terbagi atas beberapa wilayah yang masing-masing mewakili habitat asli burung-burung yang bermukim di sana, lengkap dengan tumbuhan asli dan artefak-
artefak tradisional. Para wisatawan tidak hanya dapat menikmati berbagai atraksi burung, namun juga dapat menyaksikan anak-anak burung yang sedang dirawat di ruang inkubasi, memberi makan burung-burung, atau sekedar bercengkrama sambil berfoto bersama burung-burung yang cantik. Jalan-jalan setapak dan beberapa jembatan yang dibangun di sana menambah keindahan taman burung ini.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Raptim Tours & Travel di nomor telepon atau alamat yang tercantum di website ini.

Beri komentar:

Email anda tidak akan ditampilkan. Kotak dengan tanda (*) wajib diisi

*