News

Kekayaan Bumi Nusantara – Bagian 2

Nusantara, belahan bumi tempat bangsa kita tumbuh berkembang, sangatlah kaya. Sebagai negara yang terdiri dari ribuan pulau, tidaklah mengherankan jika Indonesia memiliki banyak tempat yang dapat dinikmati oleh para wisatawan domestik maupun internasional. Sudah selayaknyalah kita mengenal lebih jauh tentang kekayaan alam dan budaya bangsa kita sendiri, untuk kemudian dengan bangga mempromosikannya kepada bangsa lain. Berikut ini adalah beberapa taman nasional di bumi Nusantara yang patut kita lestarikan dan kita perkenalkan kepada dunia internasional, yang merupakan rangkaian dari artikel ini :

Taman Nasional Wakatobi

photo by indonesiaberprestasi.web.id

Wakatobi adalah sebuah kabupaten di Sulawesi Tenggara yang namanya merupakan singkatan dari empat pulau, yaitu Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Dapat dicapai sekitar 45 menit dari kota Kendari dengan pesawat terbang, Wakatobi memiliki kekayaan laut yang menakjubkan. Pasir putih, air laut yang sebening kristal, situs bersejarah, dan budaya tradisional turut menambah kekayaan Wakatobi.

Taman Nasional Wakatobi seluas 1,4 juta hektar dikelilingi pulau-pulau karang kecil dengan garis pantai sepanjang 600 km. Lautnya berkedalamanan maksimal 1.044 meter. Tercatat sekurangnya 942 jenis ikan menghuni laut ini, di antaranya ikan hias seperti argus bintik, napoleon, pogo-pogo, ikan merah, dan takhasang, serta 750 jenis terumbu karang. Jumlah yang sangat fantastis, mendekati total jumlah jenis terumbu karang di dunia yaitu 850 buah. Selain itu juga terdapat tiga penyu yang kerap singgah di pulau-pulau sekitar taman nasional ini, yaitu penyu sisik, penyu tempayan, dan penyu lekang.

Adapun masyarakat asli di sana adalah suku Bajau atau Bajo. Mereka dikenal sebagai suku yang mampu mengarungi lautan luas dengan perahu dan memiliki kemampuan luar biasa untuk menangkap ikan di dalam laut.

Panorama bawah laut mau pun alam sekitarnya menjadikan Wakatobi sebagai surga menyelam bagi para penyelam di seluruh dunia. Selain itu, para penggemar snorkeling, fotografi bawah air, serta para ilmuwan pun sangat antusias mengunjungi tempat ini.

Taman Nasional Gunung Rinjani

photo by indonesia.travel

Berlokasi di Lombok, tepatnya di kabupaten Lombok Utara, Taman Nasional Gunung Rinjani merupakan salah satu tempat wisata terpopuler di Indonesia yang dibuka pada 1997. Wilayahnya mencakup area seluas 41.330 hektar dengan panorama pegunungan yang luar biasa. Gunung Rinjani sendiri adalah gunung ke-3 tertinggi di Indonesia yang kerap dijadikan tempat menguji nyali dan stamina para pendaki gunung.

Di taman nasional ini terdapat beberapa satwa yang dilindungi, di antaranya rusa, musang, dan lutung. Lereng Rinjani dipenuhi dengan hutan dan sejumlah air terjun.

Bagi masyarakat Sasak dan Bali, gunung berapi ini merupakan tempat sakral, di mana di bagian tengah kawahnya terdapat danau Segara Anak yang secara rutin dikunjungi para peziarah. Uniknya lagi, dari danau ini muncul gunung berapi baru, yaitu gunung Baru.

Selain menikmati panorama pegunungan, para wisatawan juga dapat menikmati obyek-obyek berikut ini :

• Danau Segara Anak yang airnya biru seperti air laut
• Gua Susu, Gua Payung, dan Gua Manik yang terkenal
• Sumber air panas Pangkereman Jembangan yang dipercaya dapat menyembuhkan beragam penyakit
• Bunga Edelweis, bunga abadi yang tumbuh di sana

Taman Nasional Gunung Halimun – Salak (TNGHS)

photo by tnhalimun.go.id

Inilah salah satu taman nasional yang cukup populer di Jawa Barat yang diresmikan pada 2003. Sesuai namanya, Halimun, yang berarti kabut, kabut senantiasa menyelimuti taman nasional ini. Mencakup area seluas 113.357 hektar, Taman Nasional Gunung Halimun – Salak menyuguhkan pemandangan pegunungan dengan dua puncak tertingginya yaitu gunung Halimun dan gunung Salak.

Seperti taman nasional-taman nasional lainnya, di TNGHS juga terdapat beberapa satwa langka yang dilindungi, seperti elang jawa, owa jawa, macan tutul jawa, surili, dan lain-lain. Selain itu juga tercatat lebih dari 115 sungai dan anak sungai yang berhulu di kawasan taman nasional ini. Air terjun, jembatan gantung, kuburan kuno adalah sebagian dari obyek-obyek lain yang dapat dinikmati di sini.

Salah satu keunikan dari TNGHS adalah kawasan ini merupakan kawasan basah. Hal ini dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi di sana sepanjang tahun, dengan bulan kering kurang dari 3 bulan. Suhu terendahnya mencapai sekitar 19°C.

Kawasan TNGHS juga merupakan tempat bermukim sejumlah kelompok masyarakat adat, di antaranya Baduy dan Kasepuhan Banten.

Taman Nasional Ujung Kulon

photo by beritalingkungan.com

Di bagian paling barat pulau Jawa terdapat Taman Nasional Ujung Kulon, yang terkenal akan gunung Krakatau dan konservasi badaknya. Dengan luas sekitar 120.000 hektar, taman nasional ini merupakan situs warisan dunia yang diakui oleh UNESCO sejak 1992.

Ujung Kulon sendiri dulunya merupakan daerah pertanian, namun hancur akibat letusan gunung Krakatau pada 1883. Setelah itu kawasan ini berubah menjadi hutan. Terdapat 3 ekosistem di kawasan ini, yaitu ekosistem perairan laut, rawa, dan daratan.

Kekayaan alam di taman nasional ini mencakup 240 jenis burung, 33 jenis terumbu karang, dan sejumlah jenis mamalia, primata, reptilia, amfibia, serta insekta. Sementara untuk badak sendiri, tercatat sekurangnya 60 ekor badak yang dilindungi hingga saat ini.

Obyek wisata lain yang dapat dinikmati di taman nasional Ujung Kulon adalah sungai-sungai dengan jeramnya, air terjun, pantai pasir putih, sumber air panas, taman laut, dan situs peninggalan sejarah arca Ganesha. Juga terdapat gua Sanghiang Sirah yang dianggap sakral dan kerap dikunjungi para peziarah.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Raptim Tours & Travel di nomor telepon atau alamat yang tercantum di website ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>