Mengembalikan Pamor Sebagai Perintis Wisata Ziarah
Ziarah adalah perjalanan bernuansa rohani yang mampu mengubah hidup anda. Yakinkan, biro perjalanan anda mampu memberi pengalaman rohani yang mendalam.
Di satu bagian depan Gedung Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Jl Cut Mutia No. 8 Jakarta Pusat, papan nama dan simbol Raptim Tours & Travel, menyolok diterpa cahaya. Dinding bergaris-garis dalam warna biru dan kuning, ditingkahi simbol Raptim Tours & Travel berwarna putih, menjadi karakter biro perjalanan satu-satunya milik Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) ini.
Di sebelah nama Raptim Tours & Travel, juga bergantung gambar pemandangan tempat-tempat yang menjadi tujuan ziarah dunia. Ini menunjukkan kiprah Raptim sebagai penyelenggara wisata ziarah dan perjalanan ke se antero jagad.
Ambisi 10 besar
Jika diperhatikan, kantor Raptim Indonesia tampak sekali berbeda dari beberapa waktu lalu. Raptim sekarang tampil lebih percaya diri. Selain papan nama yang menyolok, fisik gedung yang masih dalam pembenahan baik interior maupun eksteriornya, bakal menampakkan diri sebagai tempat yang sangat nyaman bagi pelayanan para pengguna jasa perjalanan yang dilayaninya.
Tidak sulit menemukan kantor PT Raptim Indonesia. Begitu anda melintas Jl Cut Mutia, Jakarta Pusat (sekitar 500 meter arah selatan stasiun Gambir) anda akan menemukan gedung dengan dominasi warna biru dan kuning. Jika anda memasuki pintu utama, nuansa pembaharuan langsung menyeruak di dalam ruangan itu. Insan-insan perjalanan akan langsung menyambut anda dengan senyum dan sapaan. Semua tampak siap sedia untuk melayani anda.
Inilah budaya ramah yang telah merasuki insan-insan Raptim Indonesia, dari direksi hingga para karyawannya. Direktur Utama PT Raptim Indonesia, Piet A.Tarappa,mengungkapkan, mengubah gedung menjadi lebih manusiawi hanya satu dari upayanya membawa Raptim Indonesia kembali merebut kebesarannya. Perlu diingat, Raptim Indonesia menyandang nama besar sebagai penyelenggara perjalanan ziarah milik KWI. Secara historis, Raptim mempunyai peran penting dalam perkembangan Gereja Katolik di Indonesia. Adalah Raptim Indonesia yang berperan mengurusi perjalanan para misionaris asing yang masuk ke Indonesia.
Bisa dibilang, di bidang bisnis wisata dan perjalanan, PT Raptim Indonesia termasuk perintis di Indonesia. Meski secara resmi baru berdiri pada 7 Februari 1970, PT Raptim Indonesia sudah mengurus perjalanan para uskup, imam, suster maupun awam penggerak Gereja Katolik Indonesia sejak 1950-an. Berdirinya PT Raptim Indonesia sebagai perusahaan biro perjalanan umum, adalah atas mandat para uskup yang tergabung dalam KWI. Perintah pendirian perusahaan biro perjalanan itu diberikan kepada Kepala Bagian A KWI yang saat itu dijabat Mgr P.S Hardjasoemarta MSC.
Dengan latar kejayaan dan misi penting Gereja untuk masyarakat luas itu, Piet Tarappa yang bergabung di Dewan Komisaris PT Raptim Indonesia (2003-2009) ingin mengembalikan pamor unggul PT Raptim Indonesia sebagai pelopor ziarah, dan mengembangkan perjalanan wisata umum. Ambisinya adalah merebut posisi 10 besar biro perjalanan di Indonesia. “Raptim dengan segala daya upaya melakukan repositioning,” tutur sosok murah senyum asal Toraja ini.
Seiring mempercantik interior dan eksterior bangunan, perusahaan ini juga melatih para karyawan dari semua tingkat dengan cara menyelenggarakan worshop, retret dan training supaya semua mempunyai satu visi dan misi. “Gerakan ini serentak, agar para pelayan ini mempunyai jiwa melayani,” tegasnya.
Untuk menunjukkan PT Raptim Indonesia ada di antara 1000-an perusahaan pengelola perjalanan yang ada di Jakarta, dan ratusan lainnya di seluruh Indonesia, PT Raptim Indonesia mulai gemar mengikuti pameran yang diikuti berbagai biro perjalanan di Jakarta. Raptim juga lebih gencar berpromosi dengan cara menyebar brosur, pamlet dan memasang iklan di media nasional. Termasuk bekerjasama dengan Obor dan Majalah HIDUP. “Supaya kita juga saling menghidupi di antara sesama lembaga Gereja,” kata pria berkamata dan suka mengenakan batik ini.
Berziarah ya Raptim
Seorang peziarah pelanggan PT Raptim Indonesia berujar, kalau mau berziarah ya Raptim. Ungkapan ini terlontar karena ia mengaku mendapatkan pengalaman rohani yang mendalam setelah mengikuti rangkaian paket ziarah Raptim Tours & Travel.
Menilik berbagai kemasan program ziarah, memang tak banyak kesempatan peserta untuk ‘shopping’. Pemandu lokal yang berpengalaman dan berwawasan luas menghantar dan menjelaskan secara rinci tempat-tempat yang dikunjungi.
Sejak pembekalan di kantor KWI sebenarnya peziarahan itu sudah dimulai. Para peserta ziarah mengikuti misa kudus, dilanjutkan pembekalan mendetil tentang tempat-tempat yang akan dikunjungi. Sepanjang perjalanan pun pembimbing rohani tidak hanya menjadi ‘tukang misa’ tetapi sungguh menjadi teman seperjalanan yang siap sedia memberi bimbingan rohani atau teman ‘curhat’, hingga perjalanan ini benar-benar memberi pengalaman rohani yang mendalam. “Diharapkan akan membuahkan transformasi dalam kehidupan peserta sehingga menuju kehidupan yang lebih baik,” ujar Piet Tarappa.
Melihat sisi lain dari sekadar tujuan komersil, para uskup mendukung penuh keberadaan dan kegiatan PT Raptim Indonesia. “Ini merupakan bentuk karya pastoral Gereja karena gereja berkarya di segala bidang. Termasuk umat yang berziarah ini. Fungsi kenabian ada di sini.”
Ziarah bersama Raptim Tours juga berarti mendukung pelayanan Gereja Indonesia. Sebagai lembaga bisnis milik KWI, hasil usaha masuk ke KWI, selanjutnya dipakai untuk melayani umat Katolik Indonesia melalui komisi-komisi yang ada. “Anda sudah mempersembahkan sesuatu untuk Gereja. Inilah yang kami dengungkan sebagai program dari kita untuk kita,” demikian terang Piet Tarappa.
Setelah membenahi banyak hal, PT Raptim Indonesia kian mantap mengarungi samudra persaingan bidang jasa perjalanan wisata ziarah. Dengan menyandang nama besar KWI, Raptim tidak ingin memberi pelayanan yang biasa, tetapi pelayanan yang plus.
Saat malam tiba dan gelap menyergap Ibukota, taburan terang di papan nama Raptim Tour seolah menegaskan kembali pamornya sebagai penyelenggara wisata ziarah di Indonesia. (AS)
Mencicil untuk Berziarah
Jika anda ingin berziarah, tetapi dana belum mencukupi, anda bisa merencanakannya mulai sekarang. Raptim Tours & Travel, bersama Jiwasraya akan membantu anda mewujudkan cita-cita itu. Caranya dengan mengikuti Program Pendanaan Perjalanan Wisata Rohani.
Misalnya, anda ingin berziarah ke Tanah Suci:
G. Nebo-D.Galilea-Kana-Nazareth-G. Tabor-Kaisaria-Yerusalem- Bethlehem-Laut mati-G. Sinai dan Kawiro, pada bulan November, berbiaya Rp 29.200.000 (angsuran 1 tahun) atau Rp 31.800.000,- (angsuran 2 tahun).
Maka anda bisa membayar dengan berbagai cara: kontan (Rp 28.460.039), mencicil per semester (Rp 14.503.775), per triwulan (Rp 7.321.775), per bulan (Rp 2.456.219).
Keuntungan ikut program ini adalah: rencana ziarah menjadi lebih indah dan mudah, proteksi asuransi selama mencicil hingga kembali dari ziarah. Jika ada risiko meninggal atau cacat tetap total, maka ziarah bisa dialihkan ke ahli waris.
Menarik kan !!!!
Komentar :
Mgr Agustinus Agus Pr, Uskup Sintang:

Raptim itu milik KWI. Semua anggota waligereja mendukungnya. Saya pribadi sedapat mungkin pesan tiket ke Raptim. Saya juga mengarahkan umat saya yang ingin tur untuk menghubungi Raptim. Demikian juga pastor – pastor saya yang membawa umat tur ke Jawa memakai Raptim. Komunikasi Raptim dengan para uskup berjalan baik. Raptim sudah berani menyapa para uskup. Semua pihak dalam KWI semakin merasa Raptim itu milik saya. Kalau ada kelemahan semua ikut memperbaiki.
Romo Gerardus Widyo Soewondo MSC,

Pembimbing Rohani Sebisa mungkin saya kreatif dalam menyampaikan pesan, supaya peserta mendapat pencerahan rohani. Menjadi pendamping rohani tidak berarti setiap kali omong dosa dan surga. Tugas saya yang utama adalah memimpin ibadat di setiap ada kesempatan. Perjalanan kemarin karena Raptim mempunyai local guide yang bagus kami berkali-kali mendapatkan kesempatan misa di altar utama. Kami sungguh beruntung karena membuat peserta sangat berkesan.
Agustinus Adi Kurdi, peserta ziarah

Saya memilih Raptim karena milik KWI. Saya beranggapan pasti tujuannya betul -betul mengantarkan umat supaya memahami, menikmati, dan memberi pengeatahuan dan pengalaman untuk para peziarah. Kedua, ya saya yakin yang akan menangani orangorang profesional di bidangnya. Mereka sudah puluhan kali, sehingga hapal betul rutenya, dan tidak akan terjadi kekacauan di perjalanan. Ternyata memang semua itu yang kami rasakan. Termasuk kecermatan memilih hotelnya.